Anggaran Dasar Perkeleng

YAK/PARPEM GBKP | Kamis, 03 November 2016 - 08:38:37 WIB | dibaca: 183 pembaca

  

2012 - 2015

ANGGARAN DASAR

JARINGAN/PERSADA’N KELOMPOK ATE KELENG

(PERKELENG) 

BAB I

NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN & DAERAH KEANGGOTAAN

Pasal 1

 

(1) Jaringan Credit Union ini bernama: Persada’n Kelompok Ate Keleng                                                                

Dengan nama singkatan    :               PERKELENG

Dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut PERKELENG.

(2)          PERKELENG berkedudukan di desa Sukamakmur. Daerah keanggotaan meliputi  seluruh CU Primer  wilayah dampingan YAK GBKP di Indonesia.

 

Pasal 2 

PERKELENG didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

 

BAB II

AZAS, LANDASAN, TUJUAN DAN PRINSIP

Pasal 3

 (1)           PERKELENG berazaskan   kekeluargaan dan kegotong-royongan.

(2)           Landasan PERKELENG adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

(3)           PERKELENG bertujuan:

a. Meningkatkan kesejahteraan sebagai perwujudan hak asasi manusia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

b.       Sebagai lembaga pendidikan masyarakat dibidang ekonomi, sosial dan politik.

c.        Menciptakan sumber  modal dari, oleh dan untuk anggota dengan bunga yang pantas dan layak.

(4)       PERKELENG melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi yaitu :

a.       Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.

b.       Pengelolaan dilakukan secara demokratis.

c.  Pembagian SHU dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing.

d.       Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi.

e.  Otonomi dan kemandirian dengan mengindahkan kesepakatan bersama.

f.   Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

g. Mandiri.

h.       Pendidikan, pelatihan dan informasi.

i.         Kerjasama antar credit union.

j.         Kepedulian terhadap masyarakat.

 

BAB III

FUNGSI, PERAN, BENTUK DAN JENIS

Pasal 4

Fungsi dan Peran PERKELENG adalah:

a. Membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota Credit Union pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

b. Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

c.  Memperkokoh perekonomian anggota dan masyarakat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Bentuk dan jenis PERKELENG adalah CU Sekunder  jenis simpan pinjam.

BAB IV

U S A H A

Pasal 5

 

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, maka PERKELENG menyelenggarakan usaha sebagai berikut :

 

(1)  Mewajibkan dan menggiatkan anggota untuk menyimpan secara teratur dalam rangka membangun permodalan yang kuat dan sehat.

(2) Memberikan pelayanan pinjaman atau kredit kepada anggota  yang meliputi pinjaman produktif dan kesejahteraan dalam rangka mengembangkan potensi  dan usaha perekonomian kuat, maju dan professional.

(3) Membina dan mengembangkan potensi dan usaha perekonomian anggota agar menjadi kuat, mandiri dan professional.

(4) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang  CU dan manajemen kewirausahaan kepada anggota.

(5)  Mengembangkan jaringan kerjasama usaha antar anggota dengan lembaga usaha lain.

(6) Memberikan pelayanan jasa audit, jasa managemen, sosial dan ekonomi kepada anggota.(Belum jelas batasan jasa yang diberikan, dari mana dananya). Perkeleng dapat income dari jasa yang diberikan

(7) Mengadakan upaya-upaya lain di bidang ekonomi dan keuangan yang dapat menunjang dan memperkembangkan usaha anggota.

 

Pasal 6

(1)     Memberikan pelayanan sosial bagi anggota CU yang meninggal dunia.

(2)     Mengadakan pertanggungan pinjaman dan simpanan bagi anggota CU yang meninggal dunia.

 

BAB V

KEANGGOTAAN

Pasal 7

Keanggotaan PERKELENG adalah CU Primer dampingan YAK  GBKP di seluruh Indonesia.

(1)     Syarat-syarat keanggotaan:

a.  Menyetujui dan mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan serta system yang berlaku dalam PERKELENG.

b.       Yang termasuk dalam lingkungan ikatan pemersatu.

c.      Tidak melakukan  suatu usaha atau pekerjaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Credit Union.

d.     Menyimpan secara teratur didalam PERKELENG dan memanfaatkan pinjaman untuk pengembangan usaha anggota.

e.        Mengajukan surat permohonan menjadi anggota kepada pengurus.

f.         Disahkan oleh Rapat Pengurus PERKELENG.

g.  Bilamana pengurus menolak permohonan untuk menjadi anggota maka yang berkepentingan dapat mengajukan keberatan, jika perlu dapat meminta pertimbangan rapat anggota berikutnya.

h.       Telah melunasi Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Uang Pangkal.

i.  Keanggotaan melekat pada anggota sendiri dan tidak dapat dipindahkan atau diwakilkan kepada orang lain dengan dalih dan cara apapun juga (tidak bisa menggantikan nomor yang sudah berhenti).

Pasal 8

 

(1)     Setiap anggota mempunyai kewajiban yang sama untuk :

a.       Membayar simpanan-simpanan yang jenis dan jumlahnya diputuskan Rapat Anggota.

b.       Menjalankan landasan, asas, dan prinsip – prinsip  dan AD/ART serta keputusan Rapat Anggota PERKELENG.

c.        Berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan yang bertujuan untuk memajukan PERKELENG.

d.       Menyampaikan informasi mengenai perkembangan usaha dan tingkat kesejahteraan yang ada hubungannya dengan pelayanan.

(2)     Setiap anggota mempunyai hak yang sama untuk:

a.       Menghadiri dan menyatakan pendapat dalam Rapat Anggota.

b.       Mengemukakan pendapat atau saran-saran kepada Pengurus didalam maupun diluar Rapat Anggota, baik diminta maupun tidak diminta.

c.        Memperoleh pelayanan.

d.       Memperoleh informasi tentang keadaan PERKELENG.

e.        Melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan pengelolaan usaha menurut ketentuan yang  berlaku.

f.         Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan Anggaran dasar dan atau Anggaran Rumah Tangga.

(3)     Anggota mempunyai hak memilih dan dipilih menjadi anggota Pengurus dan pengawas.

 

Pasal 9

 

(1)     Keanggotaan berakhir, bilamana CU yang  bersangkutan :

a.       Bubar

b.       Minta berhenti secara tertulis atas kehendak sendiri.

c.        Diberhentikan oleh Pengurus karena tidak lagi memenuhi syarat keanggotaan, tidak lagi melaksanakan ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus serta system yang berlaku.

(2)   Anggota yang diberhentikan oleh Pengurus dapat minta pertimbangan Rapat Anggota yang akan datang.