berita

Oleh : Dini Tarigan

Workshop : Memanfaatkan Peluang Pasar untuk Produk Organik, Hambatan dan Prospek bagi Pengusaha Indonesia

YAK/PARPEM GBKP | Rabu, 15 November 2017 - 10:43:51 WIB | dibaca: 837 pembaca

YAKGBKP-PARPEM.OR.ID Brot für die Welt (BfdW) menggelar workshop yang diikuti oleh mitranya salah satunya adalah Yayasan Ate Keleng GBKP. Workshop yang diadakan di disaster Oasis Yogyakarta (30-1/10/2017) membahas latar belakang ekonomi di Indonesia, tantangan  serta bagaimana mengenali dan memanfaatkan peluang pasar yang ada.

Saat ini kondisi perekonomian masyarakat Indonesia masih cukup memprihatinkan, dimana masih banyak masyarakat yang hidup di garis kemiskinan. Hal ini tentu dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan khususnya masyarakat dengan mata pencaharian petani yang masih sangat rendah. Petani masih mengalami kesulitan dalam memproduksi dan menjual hasil pertaniannya. Ditambah lagi pasokan dalam negeri yang tidak mencukupi menyebabkan impor yang terus meningkat.

Saat ini 5 produk swasembada yang digalakkan pemerintah adalah padi, jagung, kacang kedele, gula dan daging. Namun tentu saja untuk meningkatkan produk tersebut, perlu diberikan bantuan teknis produksi dan pemasaran kepada setiap individu, kelompok tani atau koperasi tani.

Proses pemasaran lebih sulit daripada hanya menghasilkan produk dasar yang dijual kepada konsumen yang menghendaki. Pemasaran mencakup apa yang orang butuhkan dan inginkan, menghasilkan produk yang memuaskan, menawarkan produk dengan harga dan mutu yang baik. Dalam tahap ini, produsen seringkali mengalami hambatan.

Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk  mengatasi masalah tersebut antara lain dengan melakukan edukasi bagi konsumen menyangkut pentingnya konsumsi makanan sehat yang bebas bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Ditingkat produsen, petani juga harus memahami situasi pasar sehingga dapat diputuskan jenis usaha apa yang memiliki peluang dan jenis komoditi yang banyak diminati pasar. Jaringan dengan kelompok – kelompok dampingan LSM dalam hal pemasaran produk yang diproduksi masing – masing daerah juga perlu digiatkan.Kemampuan petani juga perlu ditingkatkan dalam hal pengolahan produk pertaniannya dalam bentuk varian yang beragam yang memiliki peluang pasar yang lebih besar. Selain itu, kualitas produk hasil pertanian yang memenuhi standarisasi nasional maupun internasional tetap harus menjadi perhatian khusus.

Hari terakhir kegiatan, peserta dibagi menjadi dua kelompok.  Kunjungan lapangan kelompok pertama dilakukan ke CV. Tani Organik Merapi (TOM), Cangkringan dan menuju Carrefour dan Supermarket Superindo sebagai tempat pemasarannya. 

Kunjungan kedua dilakukan ke tempat pembuatan mie sehat berbahan sayuran organik oleh Kelompok Wanita Tani serta kunjungan ke Asosiasi Petani Salak Seleman Prima Sembada, CV. Salafindo. Dari kegiatan dan kunjungan yang telah dilakukan, diharapkan ilmu yang telah didapat mengenai produksi dan pemasaran dapat ditularkan dan diterapkan kepada para petani dampingan Yayasan Ate Keleng GBKP demi kesejahteraan. 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)