berita

Pusat Krisis UI : Reaksi Normal Dalam Situasi Tidak Normal

YAK/PARPEM GBKP | Rabu, 03 Mei 2017 - 09:11:50 WIB | dibaca: 293 pembaca

Foto : Leader Suriawan

YAKGBKP-PARPEM.OR.ID Pusat Krisis Universitas Indonesia menggelar pelatihan (Training of Trainer) mengenai dukungan psikososial dalam situasi bencana yang dilaksanakan di  Grand Impression Jln. Setia Budi Medan Selasa (28/03/2017 – 1/04/2017). Kegiatan ini dihadiri oleh BPBD Kabupaten Karo, Dinas Sosial Kab. Karo, Mahasiswa Psikologi USU, Aliansi Pemuda, Diakonia GBKP, Asigana, Tagana, Baiber, dan Staff Yayasan Ate Keleng.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karo, Benyamin Sukatendel. Ada beberapa sesi dalam kegiatan ini. Sesi Pertama, membahas mengenai Kebencanaan Oleh Indra Nurpatria. Beliau menjelaskan arti bencana menurut UU No.24 Tahun 2017, bahwa bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam, mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh alam, non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan korban jiwa, lingkungan rusak, rugi harta benda maupun psikologis korban yang terancam.

Beliau menjelaskan ada 7 karateristik bencana :

1. Pemicu, apa penyebab bahaya

2. Unsur yang mengancam , apa bagian yang mengancam dari bahaya tersebut

3. Tipe, Kecepatan dan jarak

4. Tanda – Tanda, Peringatan alam/non alam

5. Frekuensi, Periode, Durasi

6. Akibat Kerusakan

7. Akar Penyebab

BPBD Karo menambahkan akan membuat pemberdayaan / pendidikan untuk menciptakan desa tangguh. Mereka akan dilatih sedini mungkin sehingga mampu menjadi relawan didesanya masing masing. Relawan desa yang sudah dilatih diharapkan dapat menciptakan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan dapat memberikan informasi resmi kepada masyarakat. Sistem Penanggulangan bencana juga dapat dilakukan dengan regulasi yang matang sehingga semakin mudah dalam membuat perencanaan, anggaran dan kelembagaan.

Penanggulangan bencana dalam UU No.24 Tahun 2007 dan PP No. 21 Tahun 2008

1. Pasal 26       : Perencanaan, pemeliharaan pelayanan kesehatan

2. Pasal 53       : Pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, kesehatan, psikososial, tempat penampungan)

3. UU No. 11 Tahun 2009      : Tentang kesejahteraan sosial

Di sesi Kebencanaan dan Layanan Dukungan Psikososial,  Pengertian Dukungan Psikososial didasarkan atas kesehatan masyarakat baik secara fisik, mental, sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit / kelemahan. Jadi dapat disimpulkan bahwa psikososial  bicara tentang hubungan dari dalam diri dan bagian luar diri.

Di Sesi Baseline Survey, khusus untuk 4 desa (Tiganderket, Kebayaken, Perbaji dan Sukatendel) pada pasca bencana ada 2 hal yang penting dilakukan. Yang pertama adalah assessment yang dilakukan oleh BPBD, Dinas Sosial, dan masyarakat untuk mengidentifikasi masalah sehingga  dapat disesuaikan dengan  program. Hal ini tentu membuat pelaksanaan program akan lebih efektif. Selanjutnya Baseline Survey dilakukan untuk memperoleh gambaran awal komunitas supaya  program dapat diterima oleh masyarakat.

Didalam Sesi Keterampilan Memfasilitasi, ada beberapa pengetahuan dan catatan yang perlu diketahui dan dibekali bagi  relawan,  antara lain :

1. Jenis bencana

2. Fase Pra bencana

3. Kondisi Wilayah

4. Karateristik : agama, mata pencaharian dan adat

5. Potensi dan sumber daya yang tersedia di desa










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)