berita

Peraturan Desa Menguntungkan Desa

YAK/PARPEM GBKP | Rabu, 27 Juli 2016 - 10:27:59 WIB | dibaca: 932 pembaca

Sehubungan dengan lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No 6 Tahun 2014 menyangkut tentang desa maka  desa sudah memiliki hak  tradisional untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat yang dikerjasamakan antara pemerintah  desa dengan masyarakat, sebab pemerintah desa  adalah kepala desa atau yang disebut dengan nama lain perangkat desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Sehingga  bersama dengan masyarakat dapat membentuk Peraturan desa ( perundang-undangan yang ditetapkan  oleh Kepala desa setelah dibahas   dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.   

YAK  unit advokasi memfasilitasi desa-desa yang bersedia membuat Perdes (peraturan desa) di wilayah Kecamatan Sibolangit   sesuai dengan kesepakatn bersama oleh desa, misalnya dengan membuat Perdes Lingkungan Hidup. Dalam tahun 2016 sudah terbentuk Perdes desa Martelu dan desa Ketangkuhen yaitu Perdes Lingkungan Hidup. Alur yang awal dilakukan adalah dengan membuat pertemuan dengan seluruh masyarakat desa, perangkat desa, tokoh agama dan memaparkan draf Perdes yang sudah dipersiapkan oleh YAK untuk dibahas secara bersama-sama  (poin-perpoint). Perdes bukan untuk mengikat masyarakat tetapi pada dasarnya peraturan yang ditetapkan sesuai dengan kesanggupan masyarakat dalam mematuhinya sebab bagi yang melanggar Perdes akan ditetapkan sangsi bagi yang melanggar.

Perdes desa Martelu  menyangkut kebersihan desa agar membuat tempat penampungan sampah, habitat sungai supaya tidak membuang sampah kesungai baik limbah padat, cair, dilarang meracun, menyetrum sungai yang membuat habitat sungai menjadi punah, alam Perdes tersebut juga diangkat soal  hutan supaya dijaga kelestariannya artinya  tidak melakukan penebangan liar, penggalian tanah (humus) yang menyebabkan terjadinya banjir, perladangan. Perlu juga menentukan tapal batas desa  (peta desa), baik jalan, batas dengan desa lain, luas.

Untuk desa Ketangkuhen menyangkut kebersihan/sampah, kandang ternak supaya tidak dekat rumah penduduk,  diarhakna supaya  melakukan penanaman padi secara serentak, untuk itu dilakukan sistem penyemaian padi  secara serentak.  

Setelah dibahas ( dimusyawarhkan) secara bersama-sama maka Perdes  ( Martelu, Ketangkuhen) akan di finalkan kembali dengan membentuk team perumus dengan perwakilan dari  desa untuk membuatnya dalam 1 buku Perdes yang dilengkapi dengan pasal-pasal berdasarkan Undang-Undang Desa  No 6 Tahun 2014,kemudian akan disyahkan dan ditanda tangani oleh : Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) dan Kepala Desa, dengan membuat tembusan kepada : Camat Sibolangit, Muspika Kecamatan Sibolangit, Bupati Deliserdang










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)