berita

Oleh : Silvia Barus

Pelatihan Pertanian Kelompok Dampingan di Desa Sukamaju

YAK/PARPEM GBKP | Jumat, 03 November 2017 - 11:06:32 WIB | dibaca: 44 pembaca

YAKGBKP-PAPREM.CO.ID Pendidikan merupakan prinsip dasar dalam menjalankan dan menjaga keberlanjutan Organisasi Rakyat. Hal ini yang menjadi latarbelakang pentingnya terus melakukan pendidikan demi peningkatkan kualitas masyarakat, tidak hanya dalam segi simpan pinjam, namun juga meningkatkan kualitas anggota masyarakat dari segi kemampuan/skill dalam mengelola modal  sebaik -baiknya, tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif tapi juga memanfaatkan modal untuk kepentingan produktif salah satunya melalui pendidikan pertanian. Untuk itu, dilakukan pendidikan pertanian di Desa Sukamaju yang dihadiri oleh 35 Peserta perwakilan dari 4 Credit Union antara lain Sukamaju, Ketangkuhen, Martelu dan Batu Sanggehen.

Pelatihan yang diadakan pada 30 Oktober yang lalu dibawakan oleh Adriyono sebagai narasumber memperlihatkan cara budidaya pembibitan bawang. Adapun rangkaian kegiatan antara lain :

Pengolahan Lahan (Bedeng)

Tahap awal dengan membersihkan lahan dari rumput liar. Sisa tanaman yang telah dibersihkan tidak  boleh ditimbun dalam bedengan karena rumput sudah mengandung racun, kecuali ditanam 6 bulan ke depan. Selain karena sisa tanaman dan rumput  mengandung racun, juga sisa rumput dapat membuat rongga berlebihan didalam bedengan.

Setelah pembuatan bedengan diistirahatkan selama 2 minggu, tanah dibagian pinggir diangkat ke tengah dengan alasan karena jumlah matahari yang dapat tertangkap oleh tanah lebih banyak apabila didataran atas (tanah dibentuk mengunung). Dengan cara inilah tanah dapat dinetralkan, hal ini perlu dilakukan karena tanah dipermukaan banyak mengandung racun dan jamur yang jahat.

Cangkulan tanah yang dalam berfungsi untuk menutup permukaan tanah dan bagian atas bedengan karena tanah yang yang berada di bawah 30 cm mengandung anti bakteri, anti jamur dan memperlambat pertumbuhan rumput.

Melihat kandungan tanah di sekitar daerah penanaman cukup baik, maka disarankan bedengan dibuat dengan tinggi 20cm dengan kedalaman 10cm dari permukaan. 

Apabila bedengan dibuat tidak padat maka akan menyebabkan air tidak tersimpan didalam bedengan sehingga apabila musim kemarau tanaman akan menguning, dan hindari menutup mulsa apabila air dalam bedeng yang padat sudah tercukupi. 

Apabila dilakukan pemadatan maka bedengan dapat digunakan lebih dari 1 tahun. Kemudian berikan kompos secara merata pada bedengan  dan air yang maksimal  karena proses pendiamannya tidak dilakukan. Pemberian pupuk sebaiknya dicampur dengan tanah untuk mempermudah penguraian pupuk tersebut. Adanya rongga dalam bedengan sangat menggangu pertumbuhan bibit bawang nantinya.

Pengolahan bibit bawang merah

Dalam mengolah bibit bawah, terlebih dahulu rendam biji bibit bawang dengan seawinner dan air kemudian tiriskan di kertas agar benih tidak basah. Hal ini dilakukan agar mengembangkan sistem jaringan. Memasukkan air  ke dalam jaringan juga bertujuan untuk mempercepat terjadinya dormaci yaitu proses tumbuhnya benih. Benih yang telah ditiriskan kemudian didiamkan dan benih yang mengapung di buang.

Biji tidak menyediakan makanan yang cukup bagi pertumbuhan sehingga pada saat biji telah tumbuh menjadi batang harus dipindahkan ke lahan yang sudah cukup air. Setelah benih yang tadinya ditiriskan kering, maka dicampurkan dengan fungisida, kemudian ditaburkan pada lubang yang telah dibuat sebelumnya. untuk penaburan benih dilakukan secara merata dan tidak rapat agar tidak menghambat pertumbuhan dari benih.

Untuk penanaman menggunakan umbi bawang, umbi yang akan menjadi bibit bawang ditanam dengan tidak terlalu dalam karena akan menghambat pertumbuhan akar dan juga mempercepat pembusukan umbi.

Untuk pemilihan bibit bawang dari umbi, Bibit siung yang baik tidak lebih dari 3 bulan disimpan setelah panen. Pilihlah bakal bibit siung yang sudah memiliki tunas. Apabila dikupas, terlihat tunas dibagian tengah umbi bawang. Penaburan bibit dilakukan pada lubang yang telah dibuat, sebelum dilakukan penebaran bibit lakukan penyiraman agar air dapat terendap di bedeng. Untuk tidak mengganggu pertumbuhan dari benih, dalam 4 hari kedepan mulsa tidak dibuka.

Penutupan mulsa dan atap atas bedeng disesuaikan dengan kondisi angin dan hujan serta pengolahan lahan untuk pemindahan bibit ke lahan pertumbuhan.

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)