berita

Oleh : Rea P Bangun

Pelatihan Pengorganisasian dan Perencanaan Aksi

YAK/PARPEM GBKP | Senin, 27 November 2017 - 16:11:24 WIB | dibaca: 70 pembaca

YAKGBKP-PARPEM.OR.ID Yayasan Ate Keleng GBKP/ Partisipasi Pembangunan GBKP (YAK/PARPEM GBKP) sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat, konsisten dalam melakukan kerja kerja pelayanan ditengah masyarakat khususnya di bidang pengorganisasian rakyat. Pengorganisasian rakyat bertujuan untuk menciptakan kekuatan ditengah masyarakat yang memiliki kesadaaran penuh untuk berorganisasi tentunya dengan  berjaringan dan bekerja sama diantara masyarakat itu sendiri. Masyarakat diharapkan mampu kritis untuk menuntut haknya diimbangi dengan kewajiban yang telah dilakukan.

Dalam Pelatihan Pengorganisasian dan Perencanaan Aksi yang diikuti oleh 4 orang staff YAK yang digelar oleh KSPPM (Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat bersama mitra (23-25/11/2017)  , peserta dilatih untuk mampu menganalisa masalah yang ada di tengah masyarakat serta mampu menjadi seorang organiser. Tujuan dilakukan analisa sosial adalah adanya perubahan sosial dengan membangun kesadaran kritis di masyarakat.

Narasumber menjelaskan bahwa dalam melihat persoalan di tengah-tengah masyarakat, seorang  harus mampu melakukan analisis sosial terlebih dahulu dengan tetap berpihak kepada rakyat. Analisis sosial merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menggali informasi sedetail mungkin tentang permaslahan yang timbul di masyarakat, sehingga seseorang yang melakukan analisis sosial, harus mampu melebur dengan masyarakat. Seorang yang melakukan analisis sosial diharapkan mampu mendengar segala keluhan dan kebutuhan rakyat dan sebaik mungkin menggali informasi yang ada. Analisis sosial juga dilakukan untuk menghindari adanya keputusan maupun penyelesaian masalah yang tidak tepat sasaran.

Dewasa ini, banyak pandangan dan keputusan  yang secara instant diambil dalam suatu proses penyelesaian permasalahan. Sebagai contoh, ketika banyak rakyat yang jatuh dalam kemisikinan, cenderung ada pandangan bahwa rakyat tersebut adalah orang yang malas, tidak berpendidikan, bodoh, dengan pandangan negatif lainnya (person blame theory). Namun sebagai organiser, pandangan yang seharusnya dilihat dalam kasus ini disebabkan karena adanya sistem yang salah (system blame theory). Banyak masyarakat yang jatuh kedalam kemisikinan karena ada sistem yang memang memaksa rakyat tetap berada dalam ambang kemiskinan.

Ibu Suryati Simanjuntak sebagai salah satu narasumber dalam pelatihan, menjelaskan bahwa setelah melakukan analisis sosial, maka seorang organiser diharapkan mampu melakukan pengorganisasian. Pengorganisasian yang dimaksud adalah segala bentuk kegiatan koordinasi dalam menciptakan kelompok /  organisasi rakyat demi tujuan kesejahteraan. Baik itu kelompok tani maupun kelompok lainnya adalah bentuk hasil dari pengorganisasian.

Dengan terciptanya organisasi Rakyat, diharapkan rakyat memiliki suara yang lebih lantang dan lebih memiliki keberanian bangkit dari kesulitannya dan melawan sistem yang menempatkan rakyat dalam kemisikinan.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)