berita

Keberlanjutan Pelatihan Kewirausahaan Kelompok Dampingan Yayasan Ate Keleng

YAK/PARPEM GBKP | Rabu, 08 Februari 2017 - 11:11:54 WIB | dibaca: 834 pembaca

Kelompok sedang membagikan pengalamannya

YAKGBKP-PARPEM.OR.ID- Unit CU Yayasan Ate Keleng mengadakan Pelatihan Kewirausahaan, pelatihan ini adalah lanjutan dari kegiatan pelatihan kewirausahaan sebelumnya yang diadakan November tahun lalu. Dimana pada pelatihan sebelumnya peserta hanya diberikan seminar dari Narasumber dan melakukan Study Visit ketempat pelaku usaha. Pelatihan ini akan lebih fokus pada diskusi kegiatan usaha apa yang sudah diterapkan kelompok setalah mengikuti pelatihan yang sebelumnya, ditambah Study Visit, dan  praktik pembuatan langsung produk-produk kelompok yang telah berhasil dipasarkan. Praktik ini akan dilkerjakan oleh semua peserta yang hadir dengan mengikuti pelaku usaha.

Kepala Unit CU mengatakan saat ini di Persadan Ate Keleng (Perkeleng) memiliki uang tetapi belum ada kegiatan usaha untuk memutar uang itu, jadi harapan kami dari pelatihan ini kita semakin semangat dalam mengembangkan usaha dan memanfaatkan modal yang ada di perkeleng. Banyak kegiatan dan semakin banyak juga keuntungan yang kita dapatkan. Kegiatan Pelatihan ini tidak hanya sekedar kegiatan seminar semata karena setelah mengikuti pelatihan ini akan ada keberlanjutannya, nanti akan dimonitoring kembali apakah kelompok yang hadir sudah menerapkan usahanya masing-masing. Apakah kita mau memulai, punya keberanian untuk memulai usaha? Sebenarnya usaha apa pun tidak masalah yang penting kita punya kegiatan yang bisa kita fokuskan dan kembangkan.

  

Narasumber pertama diambil dari CU. Arih Ersada dari Desa Tangkahen oleh Ibu Cintariani br Karo membagikan pengalamannya, mari sama-sama kita belajar Kelompok Dampingan YAK, membuat VCO ini pada awalnya saya belajar dari Kelompok Dampingan YAK. Saya orang yang suka belajar hal yang baru, ketika saya diperkenalkan pada satu bidang dan itu menarik maka saya langsung mengambil suatu langkah. Untuk belajar pembuatan VCO ini kami membuat pertemuan-pertemuan dengan pembuat obat dan mengajari saya dalam membuat obat herbal. Sebenarnya VCO ini cocok dibuat di daerah dataran rendah karena memerlukan suhu yang hangat. Saya mengalami banyak kegagalan dalam melakukan percobaan untuk membuat VCO, dan saya sadar tidak dapat hanya mengikuti teori saja tetapi harus ada pengalaman dalam praktek. Banyaknya kegagalan membuat saya terus mencoba dan pada akhirnya saya berhasil, buktinya produk yang saya buat diakui berkhasiat oleh orang-orang yang memakainya. Dalam satu kegiatan itu kita harus mencoba dan mencoba untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ungkap Ibu Cintariani br Karo.

Karyadi Tarigan Selaku pengusaha Gula sebagai Narasumber kedua memberikan kata sambutannya. Terimakasih kita panjatkan kepada Tuhan karena kita masih diberi kesehatan untuk tetap dapat berkumpul sampai pada siang hari ini guna untuk melanjutkan pelatihan kita. Untuk membuat usaha kita harus disiplin, tujuannya yang pasti untuk meningkatkan ekonomi untuk membutuhi kebutuhan. Kita pada saat ini kebanyakan cara berfikir yang kurang disiplin disaat kerja kita hanya berfikir bekerja, ketika mendapat uang kita hanya berfikir kalau dapat syukur kalau tidak dapat tidak masalah. Sebaiknya kita berfikir bahwa apa yang kita kerjakan harus mendapat hasil yang memuaskan dan kita harus memiliki komitmen yang tinggi. Kita jangan fokus terhadap satu produk yang kita ciptakan disaat produk tersebut mengalami perkembangan, tetapi kita juga harus mampu kreatif untuk menciptakan yang lain agar produk kita lebih banyak dan modal yang ada cepat mengalami perputaran. Pengalaman saya pada waktu itu kami mencoba bagaimana cara membuat kripik bewan, saat itu berhasil dibuat dengan tekstur yang renyah tetapi masih ada efek gatal setelah mengkonsumsi kripik tadi, cara untuk menghilangkan rasa gatal itu lah yang perlu dicari solusinya, pemikiran saya ketika kita mau mencoba pasti akan ada solusinya.

  

Dilanjutkan Praktek Pembuatan Kue Donat dan sharing ilmu cara pembuatan Obat Herbal Param. Peserta yang hadir 18 orang terdiri dari 13 Perempuan dan 5 Laki-laki, diharapkan peserta ini nanti untuk berdiskusi apa yang mejadi hambatan di kelompok masing-masing dan dari situ akan dapat muncul solusi jika kita mau. Dan harapan kami dari Yayasan Ate Keleng dari pelatihan ini akan muncul 25 pengusaha baru dari Kelompok Dampingan YAK tutur Kepala Unit CU Setia Budi Sembiring. 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)