berita

Sumber : finance.detik.com

Ciptakan Kesejahteraan, Darmin: Ekonomi Tumbuh 6% Juga Tak Cukup

YAK/PARPEM GBKP | Kamis, 30 November 2017 - 09:25:32 WIB | dibaca: 405 pembaca

Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% masih terbilang bagus. Hanya saja, angka tersebut dinilai belum cukup untuk membuat masyarakat Indonesia dapat hidup dengan sejahtera.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa memang sebetulnya Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari sekadar 5%. Hal itu agar dapat menyerap tambahan tenaga kerja di sektor yang memiliki produktivitas tinggi.

"Kita memang perlu pertumbuhan yang lebih tinggi supaya bisa menyerap tambahan angkatan kerja di sektor yang baik, di sektor yang produktivitasnya bagus," kata Darmin di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Bahkan Darmin mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pun masih dinilai belum mencukupi. Indonesia perlu mendapatkan pertumbuhan sebesar 7% agar dapat menjaring seluruh angkatan kerja dan membuat masyarakat lebih sejahtera.

"Bahkan pertumbuhan 6% saja enggak cukup kalau bicara soal itu, kita itu sebetulnya perlunya sekitar 7%, baru kita itu bisa menyerap setiap pertambahan angkatan kerja, bisa bekerja di sektor yang produktivitasnya baik, gajinya baik," katanya.

Kendati begitu, pertumbuhan ekonomi sebesar 5% juga dinilai tak buruk. Pasalnya level tersebut masih dapat banyak menjaring angkatan kerja yang baik, walau tak sebesar pertumbuhan 7%.

"Tetapi kan itu tidak berarti kalau kurang dari itu orang enggak bekerja. Tetap bekerja, cuma bukan di sektor yang gajinya bagus," pungkasnya.

Sebelumnya Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang stagnan dikhawatirkan akan menimbulkan beban di kemudian hari, ia menyebutnya dengan istilah tua sebelum kaya.

Istilah tersebut mencerminkan beban negara yang bertambah karena populasi penduduk dengan usia yang tak lagi produktif lebih banyak dibanding penduduk usia produktif.

Kasus ini diperkirakan terjadi di 2050 yang menimbulkan beban fiskal yang lebih besar bagi negara. Pasalnya, negara harus menganggarkan dana jaminan kesehatan bagi penduduk usia tua dengan pendapatan yang harus dikejar lebih banyak lagi. (mkj/mkj)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)