berita

Tidak wajib sebagai Pekerja /Perusahaan dan tidak wajib satu Kartu Keluarga

BPJS Kolektif Bagi Anggota Credit Union (CU)

YAK/PARPEM GBKP | Selasa, 14 Maret 2017 - 16:26:53 WIB | dibaca: 1162 pembaca

Logo YAK GBKP dan Logo BPJS Kesehatan

Sukamakmur, YAKGBKP-PARPEM.OR.ID- Kesehatan adalah Hak dasar sebagai warga Negara. Masyarakat punya hak untuk mendapatkannya. Melihat kondisi Anggota dampingan YAK khususnya yang tinggal di desa, ternyata masih banyak yang belum mendapatkan Jaminan Kesehatan tersebut. Secara umum masyarakat tidak mampu mengikutinya. Ada beberapa hal yang menyebabkan warga tidak masuk anggota BPJS mandiri antara lain :

1. Mendaftar wajib ikut dalam satu Kartu Keluarga. Jika dihitung nominalnya, banyak yang tidak mampu membayar setiap bulan.

2. Proses pembayaran dari desa ke kota yang memakan waktu dan biaya yang nominalnya hampir sama dengan iuran yang seharusnya dapat menjadi setoran premi.

 

Untuk itu Yayasan Ate Keleng (YAK) berupaya melakukan Advokasi untuk melakukan kerjasama dengan BPJS. Credit Union (CU) dampingan YAK yang memiliki organisasi yang jelas hendaknya dapat diterima menjadi anggota BPJS Kolektif walaupun mereka bukan pekerja penerima upah.  

Upaya untuk mendapatkan kerjasama ini melalui beberapa tahapan yang cukup memakan waktu mulai dari pelaksanaan seminar-seminar di kelompok dampingan dan loby ke BPJS Karo. Sehingga akhirnya usulan tersebut disetujui oleh pihak BPJS. Pada tanggal 26 Januari 2017 di Kabanjahe, telah dilakukan penandatanganan  perjanjian kerja sama antara Yayasan Ate Keleng (YAK) GBKP dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) tentang Jaminan Kesehatan Bagi Anggota yang Dikelola oleh Yayasan Ate Keleng GBKP. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini dilakukan oleh Manna, S.Si, Apt, MPH, AAK selaku Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Kabanjahe dan Pdt. Yusuf Tarigan, S.Si selaku Direktur Yayasan Ate Keleng GBKP.

Maka dari itu Anggota dampingan YAK yang selama ini ada kendala dengan pendaftaran secara mandiri, sudah bisa mendaftar BPJS Kesehatan mandiri secara kolektif melalui Yayasan Ate Keleng.

Sebagai informasi dari BPJS, bahwa kepesertaan kolektif ini tidak diwajibkan ikut dalam satu kartu keluarga. Namun tetap harus melampirkan foto copy Kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarganya (KK).

Untuk menjamin kerjasama ini tetap berjalan, maka diharapkan melalui Credit Union (CU) /Organisasi Rakyat (OR) dapat memfasilitasi Anggotanya masuk ke dalam program ini. Salah satu teknis yang mungkin dapat dipakai oleh kelompok CU dalam angka kemudahan pendaftaran adalah dengan mendahulukan iuran peserta selama satu tahun. Kemudian CU yang akan membuat kesepakatan dengan anggotanya tentang tekhnis pembayarannya. Tekhnis ini dalam rangka menjaga agar peserta yang sudah mendaftar tidak menunggak pembayarannya sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pihak BPJS.

YAK sebagai pendamping tetap berharap kepada semua kelompok agar terus memperjuangkan hak-hak anggotanya untuk mendapatkan hak kesehatannya melalui program Kartu Indonesia Sehat. BPJS Mandiri sebagai upaya sementara mencari solusi atas mahalnya biaya kesehatan di Negara kita.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)